Kamis, 30 Januari 2014

Tricodirma Cair



Membuat trichoderma cair

oleh wong tani desa

bahan:
  1. dedak 10 kg
  2. gula pasir/gula merah: 1 kg,
  3. trichoderma 1 ruas bambu,
  4. air matang.

caranya:
  1. dedak di rebus untuk mematikan bakteri yg lain,
  2. gula juga di cairkan
  3. setelah dingin campur semua sampai bisa dikepal ..
  4. simpan dalam wadah plastik
  5. ingat jgn kena sinar matahari,
  6. biarkan selama 5-7 hari ..

aplikasi satu kepal bisa dicampur air 10 liter untuk dikocorkan di sekitar tanaman / lahan.

Tanya jawab :
secukupnya kira2 nanti dedak bisa dikepal, jika sudah jadi baru tambahkan air +gula yg sudah dididihkan 5 liter + satu kepal dedak biakan yg sudah jadi. Ingat larutan air gula harus sudah benar2 dingin sewaktu pencampuran.

sebaiknya 2 liter jadi perbandingan 1 kg gula kelapa = 2 liter molases
sebaiknya di kocorkan sj gan
campur dl dgn pasir trs tebarkan ke lahan.. simple tp bisa merata

kang imran isolat trichodermax yg d pake pa cman yg kaya kapas ato kpas dg nasix?oy yg warna khitaman pa bisa dpake jg?
kapas dan nasinya. Yg warna hitam dipake untuk dekomposter/ bikin bokasi saja pak.

fungsi Zpt



Fungsi Auxin
1. Merangsang pemanjangan sel pada daerah titik tumbuh
2. Merangsang pembentukan akar
3. Merangsang diferensiasi jaringan pembuluh
4. Merangsang absisi (pengguguran pada daun)
5. Merangsang pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi)
6. berperan dalam dominasi apikal.

Fungsi Giberelin
1. Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel
2. Merangsang perkecambahan biji
3. Memecah dormansi biji
4. Merangsang pembungaan dan pembuahan.

Fungsi sitokinin
bersama dengan auksin dan giberelin merangsang pembelahan sel-sel tanaman
1. merangsang morfogenesis ( inisiasi / pembentukan tunas) pada kultur jaringan.
2. merangsang pertumbuhan pertumbuhan kuncup lateral.
3. merangsang perluasan daun yang dihasilkan dari pembesaran sel atau merangsang pemanjangan titik tumbuh daun dan merangsang pembentukan akar cabang
4..meningkatkan membuka stomata pada beberapa spesies.
mendukung konversi etioplasts ke kloroplas melalui stimulasi sintesis klorofil.
5.menghambat proses penuaan (senescence) daun
6.mematahkan dormansi biji

Zpt Sitokinin


Cara Pembuatan ZPT SITOKININ

Bahan :

1. Bonggol pisang yg sudah berbuah 1 kg
2. Jagung muda 8-10 tongkol
3. air kelapa 5 liter
4. gula kelapa 1 kg
5. MOL /ROTAN 1 liter

Cara pembuatan :

- bonggol pisang sebaiknya di blender, begitu juga dgn jagung
- gula kelapa seduh dengan air panas 1 liter
- campurkan semua sambil di aduk2 - fermentasikan 10-15 hari

Catatan :

Pengambilan bonggol pisang sebaiknya pada sore hari di atas jam 4 sore setelah pohon di tebang. Jangan ambil dari jenis pisang yg berbuah kecil. Pengujian dari bahan pohon pisang yg berbuah kecil semacam pisang muli (sunda) yg dihasilkan cuma 27%  yang paling bagus dari pohon pisang jenis pisang kapas yg didapat sampai 78%

Zpt Giberelin


Cara Pembuatan ZPT GIBERELIN

Sebenarnya proses hampir sama dengan pembuatan ZPT Auxin, cuma beda di bahan saja

Bahan :

1. Rebung (sebaiknya dari pohon bambu tali) 1 kg,
2. Jagung muda 8-10 tongkol
3. Air kelapa 5 liter 4. Gula kelapa 1 kg

Cara Pembuatan:

1. Semua bahan di blender
2. Gula di seduh dengan air panas
3. campurkan semua sambil di aduk2 selama 10-15 menit
4. tutup rapat dalam wadah selama 12-15 hari

Catatan :

Salah satu kegagalan atau jika berhasilpun hasil yg tidak bagus (< 30%) karena bahan rebungnya. Dari test yg dilakukan terhadap beberapa jenis rebung bambu, yang bisa menghasilkan optimal 87% adalah rebung dari jenis bambu tali. Jangan sekali kali mengambil rebung setelah pukul 7 pagi, karena hasil yg diperoleh akan kurang dari 30%. Sebaiknya pengambilan rebung pada pukul 5-6 pagi dan dua atau tiga hari sebelumnya tidak turun hujan.

Semoga berhasil !!

Catatan :

Jika proses ingn lebih cepat sebaiknya tambahkan 1 liter ROTAN yg sudah dibuat sebelumnya

Zpt Auxin


Cara membuat ZPT Auxin

Bahan :

1. Jagung yg masih muda, usahakan yang baru dipetik dari pohonnya, ujung tongkol  (1-2 cm) harus ikut diambil) 8-10 tongkol
2. Bekicot/Keong Mas 1 kg (dagingnya saja)
3. Gula kelapa 1 kg
4. Air nira/aren 5 liter / jika tidak ada boleh diganti air kelapa
5. MOL / ROTAN 1 liter

Cara Pembuatan :

- Jagung diambil bijinya dan 1-2 cm ujung tongkolnya kemudian di blender
- Bekicot/keong mas direbus dan ambil dagingnya saja, cingcang/blender
- Gula kelapa diseduh dengan air panas 1 liter, diamkan sampai benar2 dingin
- Campurkan semua bahan sambil di aduk2 selama 5-10 menit
- Fermentasikan dalam wadah yg ditutup rapat selama 12-15 hari.
- Jika keluar buih/busa dan ada sejenis kapang/fungi/jamur putih di atasnya itu tandanya proses berhasil.

Catatan :
Dosis pemakain 10 ml per 1 liter air

Minggu, 26 Januari 2014

tentang tomat



1.       Sejarah Tanaman Tomat 

Tanaman tomat memiliki naman ilmiah Lycopersicum esculentum Mill. Tomat berasal dari Famili Solanaceae. Mengenai sejarah dan penyebaran tanaman tomat, banyak pihak yang masih berkontrofesi tentang asal usul dan bagaimana penyebaranya.
Berdasarkan tulisan dari Peralta ada dua hipotesis mengenai asal domestifikasi tanaman tomat dan penyebaranya. Perbedaan pendapat tentang daerah asal tanaman tomat adalah, satu pendapat menjelaskan bahwa tanaman berasal dari Peru dan pendapat lainnya berasal dari Meksiko.

Banyak pendapat mengatakan bahwa tanaman ini berasal dari Peru Amerika Selatan.Penyebaranya di mulai tahun 1535 dari Peru.Hal ini disimpulkan dari nama lain tomat yaitu “Mala Pruviana” dan “Pomi Del Peru”.
Sejarah lebih banyak mengatakan bahwa asal daerah tomat adalah Peru Amerika Selatan.Bukti genetik nenek moyang tanaman tomat adalah tanaman hijau perdu dengan buah hijau kecil yang kemudian baru di sebarkan ke Meksiko. Orang-orang Meksiko kemudian membudidayakan tanaman ini. Kemungkinan tanaman ini berasalah dari Peru, akan tetapi tempat asal budidaya adalah meksiko.
Kata tomat berasal dari bahasa Nahuatl Tomatl yang berarti buah bengkak.Kemudian tomat ini sampai daerah Eropa di bawa oleh penjelajah Spanyol. Setelah penyebaran dari Spanyol sampailah tanaman ini ke daerah Filipina dan kemudian menyebar hingga Asia Tenggara.
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTKOxUwwt4jAJTtWZW1YgFCDL-ruaoPOUJ_TvjQ3zXxKUNaWx5KFw
Di daerah Inggris tanaman tomat tidak tumbuh baik sehingga tidak ada yang mau membudidayakan tanaman ini. Akan tetapi ada salah satu petani yang membudidayakannya meskipun dia meyakini bahwa tanaman ini beracun.Hal inilah yang menyebabkan banyak orang Inggris yang tidak bersedia membudidayakanya. Hingga akhirnya pada abad sekitar abad ke-18 tanaman ini mulai dibudidayakan.

2. Taksonomi Tanaman Tomat
Dalam ilmu botani atau tumbuh-tumbuhan, tanaman tomat diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi               : Spermatopyta
Subdivsi          : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledonae
Ordo                : Tubiflorae
Famili              : Solanaceae
Genus             : Lycopersicum
Spesies            : Lycopersicum esculentum


3. Syarat Tumbuh 
1.      Tanaman tomat dapat ditanam di dataran tinggi/dataran rendah sektar .750 mdpl sampai 1250 mdpl / 100-600 mdpl.
2.      Curah hujan 750-1.250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
3.      Suhu rata-rata untuk pertumbuhan tanaman tomat berkisar antara 180 C – 250 C pada siang hari, dan 100 C – 200 C pada malam hari.
4.      Kelembapan berkisar antara 80%.
5.      Penyinaran Matahari sekitar 8 jam per hari.
6.      pH 5,5 – 6,8.
7.      Tanah yang baik untuk tanaman tomat yaitu tanah yang bertektur lempung ringan atau lempung berdebu, gembur, banyak mengandung unsur hara, dan mudah mengikat air (porous).

4. Morfologi Tanaman Tomat
     a. Akar
     Tanaman tomat memiliki akar tunggang yang tumbuh menembus ke dalam tanah dan akar serabut yang tumbuh menyebar ke arah samping tetapi dangkal. Berdasarkan sifat perakaran ini, maka tanaman akan tumbuh baik bila ditanam pada tanah yang gembur

b. Batang
Batang tanaman tomat berbentuk persegi empat hingga bulat, berbatang lunak tapi cukup                                      kuat,berbuluatau berambut halus dandi antara bulu-bulu tersebut terdapatrambut kelenjar. Batang tomat berwarna hijau, pada ruas-ruas batang mengalami penebalan dan pada bagian bawah tumbuh akar-akar pendek. Selain itu, tanaman tomat dapat bercabang dan apabila tidak dilakukan pemangkasan atau pembuangan tunas akan  bercabang banyak yang menyebar secara rata.

c. Daun
Daun tanaman tomat berbentuk oval, bagian tepi daun bergerigi dan berbentuk celah-celah yang menyirip serta agak melengkung ke dalam. Daun berwarna hijau dan merupakan daun majemuk ganjil yang berjumlah sekitar 5 – 7 helai daun. Ukuran daun sektar ( 15 cm – 30 cm ) x ( 10 cm – 25 cm ) dengan panjang tangkai sekitar 3 – 6 cm. Biasanya di antara dua daun yang berukuran besar tumbuh 1 – 2 daun yang berukuran kecil.unga

    d. Bunga 
    Bunga tanaman tomat berukuran kecil, berdiameter sektar 2 cm dan berwarna kuning-cerah. Kelopak bunga yang berjumlah 5 buah dan berwarna hjau terdapat pada bagian bawah atau pangkal bunga. Bagian lain dari bunga tomat adalah mahkota bunga, yaitu bagian terindah dari bunga tomat. Mahkota bunga tomat berwarna kuning-cerah, berjumlah sekitar 6 buah dan berukuran sekitar 1 cm. Bunga tanaman tomat merupakan bunga sempurna, karena benang sari atau tepung sari dan kepala benang sari atau kepala putik terletak pada bunga yang sama. Bunganya memilik 6 buah tepung putik yang berwarna sama dengan mahkota bunga, yakni kuning-cerah. Bunga tomat tumbuh dari batang (cabang) yang masih muda.

    d. Buah 
   Buah tomat memlik bentuk yang bervariasi, tergantung  varietasnya. Ada yang berbentuk bulat. Agak bulat, agak lonjong dan bulat telur (oval). Ukuran buahnya juga bervariasi,yangberukuran paling kecil memiliki berat 8 g dan yang berukuran besar memiliki berat 180 g. Buah tomat yang masih muda berwarna hijau muda, bila telah matang warnanya menjadi  merah. Buah tomat yang masih muda memiliki rasa getir dan aroma atau bau yang kurang enak, sebab masih mengandung zat licopersicn yang berbentuk lendir. Bau tersebut akan hilang dengan sendirinya pada saat buah memiliki fase pematangan hingga matang. Buah tomat banyak mengandung biji lunak berwarna putih kekuning-kuningan yang tersusun berkelompok dan dibatasi oleh daging buah. Biji saling melekat karena adanya lendir pada ruang-ruang tempat biji tersusun. Daging buah lunak agak keras, berwarna merah apabila buah telah matang dan banyak mengandung air. Buah tomat juga memiliki kulit yang sangat tipis dan dapat dikelupas bila buah telah matang.

5. Hama dan Penyakit
1.      Hama
a.      Ulat Tanah ( Agrotis sp. )
      Ulat tanah ini biasanya muncul pada musim kemarau dan menyerang pada sore hari. Bagian tanaman yang dimakan adalah daun dan pangkal tanaman, terutama tanaman yang masih muda.
      Gejala  yang tampak pada tanaman yang terserang ulat tanah adalah terlihat lubang-lubang yang tidak beraturan pada daun-daun, terutama yang terletak pada tunas yang masih muda. Tanaman menunjukkan gejala kelayuan karena pangkal batangnya putus akibat dimakan ulat-ulat dewasa.
      Pengendalian
a)      Secara mekanis yaitu memberantas sarang-sarang ngengat di sekitar kebun dengan membersihkan sisa-sisa tanaman, terutama dari jenis loguminosa atau kacang-kacangan, pisang, cabai, kentang dan labu-labuan.
b)      Secara kimiawi yaitu dengan menyemprotkan pestisda Dursban 20 EC atau Furadan 3 G disekitar pangkal batang tanaman.

b.  Ulat Penggerek Buah (Heliostis armigare Hubner)
      Ulat penggerek buah ini merupakan hama perusak buah yang memakan bagian dalam buah, dan umumnya menyerang buah yang masih muda.
      Gejala terdapat lubang-lubang pada buah, dan buah akan menjadi busuk karena infeksi sekunder dari organisme lain.
      Pengendalian dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman lain yang tidak satu famili. Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan cara memetik buah yang telah terkena infeksi dan menghancurkannya. Pengendalian secara kimiawi adalah dengan menyemprotkan pestisida seperti Lannate 25 WP, Baythroid 50 EC.

c.       Nematoda ( Cacing Tanah )
      Gejala tanaman menjadi layu dan daun banyak yang berguguran karena daun lekas busuk. Apabila tanaman dibongkar, maka akar serabutnya akan tampak bisul-bisul bulat dengan ukuran bermacam-macam.
      Pengendalian dapat dilakukan pergiliran tanaman yaitu dengan menanam tanaman yang bukan menjadi inangnya. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan nematisida seperti Furadan 3 G, Hostathion 40 EC dan Temik 10 G.

2.      Penyakit
a.      Layu Fusarium ( Fusarium oxsforum )
      Penyebaran cendawan ini dapat terjadi melalui alat-alat pertanian, tanah yang terbawa oleh angin atau air.
      Gejala yang terlihat yaitu makin nampaknya tulang-tulang daun terutama pada bagian daun-daun paling atas. Selanjutnya tangkai-tangkai daun akan tampak merunduk, kemudian menjadi layu, dan akhirnya tanaman akan mati.
      Pengendalian dengan pencelupan akar pada bibit yang akan di pindah tanam ke screen house. Pencelupan engan menggunakan bahan kimia Benomy1 1.000 ppm, dengan menutup mulsa plastik untuk meningkatkan suhu tanah.

b.      Layu Bakteri
      Gejalabeberapa daun muda pada pucuk tanaman menjadi layu, dan daun-daun tua atau daun-daun yang berada di sebelah bawah menjadi kuning. Selanjutnya bakteri akan masuk  ke dalam jaringan pengangkutan dan merusak jaringan tersebut  sehingga pengangkutan air dan zat-zat makanan menjadi terganggu. Akibatnya tanaman menjadi layu, menguning dan mati.
      Pengendalian dengan cara pergiliran tanaman yang bukan merupakan inangnya. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan  dengan menggunakan bakterisida, seperti Agrimycin 15/1,5 WP, Agrept 25 WP.

c.       Penyakit Busuk Ujung Buah
      Gejala yang tampak yaitu pada bagian ujung buah tomat terdapat bercak-bercak berwarna hijau-gelap, kemudian berubah menjadi warna coklat kehitam-hitaman dan basah. Selanjutnya ujung buah mengerut dan buah menjadi rusak.
      Pengendalian dapat dilakukan pengapuran dengan dosis disesuaikan dengan nilai pH tanah, pemupukan berimbang menurut anjuran, pengairan yang merata, memangkas buah tomat yang sudah terserang dan memusnahkannya.